<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7303549828077726672</id><updated>2011-04-21T14:31:23.273-07:00</updated><title type='text'>Bali</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seni-bali.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seni-bali.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07211567944865409654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7303549828077726672.post-7175793202986158089</id><published>2009-05-07T19:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T19:49:05.997-07:00</updated><title type='text'>Rachman Hidayat Ubud</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;: Petualangan fisik sekaligus petualangan batin Rachman Hidayat, kini menempatkan dirinya di Ubud, Bali, sebagai pelukis. Ia sudah melanglang ke berbagai penjuru dunia; Amerika Utara dan Amerika Selatan, Timur Tengah, Eropa Tengah, Asia Selatan dan Asia Timur. Sementara petualangan karyanya sudah melalui berbagai proses dalam berbagai obyek, dari obyek manusia, bunga, dan kini berlabuh pada obyek yang bernafaskan spiritual. Rachman Hidayat, sebagai manusia maupun sebagai pelukis, telah menemukan kematangan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;Karya Rachman Hidayat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;Gairahnya untuk menjadi pelukis, bermula dari ketertarikannya mempelajari tehnik melukis dari para pelukis kelas dunia seperti Rembrandt Harmenszoon van Rijn dan Eugène Delacroix, saat dia tinggal di Eurika, negara bagian California, AS. Rachman Hidayat telah 20 tahun menetap di Ubud, dan telah 18 tahun menetapkan diri menjadi artis professional. Sebelumnya ia pernah tinggal di beberapa tempat, seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, Balikpapan, Singapura, Texas City, Texas, Arceta, California.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;Hidup Rachman yang lahir di Surabaya, memang penuh warna warni, baik yang tersamar maupun yang memancar. Cacatan hidupnya yang warna-warni, bagaimanapun ikut mempengaruhi sikap hidupnya kini. Tahun 1980an menyeselaikan kursus Letter of Credit di World Trade Centrer, New York, kemudian bekerja pada Exclusive private bankers” di Swiss. Tahun 1990 an tercatat sebagai anggota produksi pada Sardono Dance Theatre dalam Dongeng dari Dirah dalam tour dunianya. Kalau kini ia tenang tinggal dan berkarya di Ubud, bukan berarti Rachman Hidayat sudah lelah. (pasarsenilukis.com)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7303549828077726672-7175793202986158089?l=seni-bali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seni-bali.blogspot.com/feeds/7175793202986158089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7303549828077726672&amp;postID=7175793202986158089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/7175793202986158089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/7175793202986158089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seni-bali.blogspot.com/2009/05/rachman-hidayat-ubud.html' title='Rachman Hidayat Ubud'/><author><name>yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07211567944865409654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7303549828077726672.post-3169878341316491045</id><published>2009-05-07T19:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T19:09:15.012-07:00</updated><title type='text'>Gelar Sosialisasi UU Kepariwisataan Denpasar</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Gelar Sosialisasi UU KepariwisataanDenpasar (Bali Post) -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;STIM &amp;amp; PPLP Dhyana Pura mengambil inisiatif melaksanakan seminar dalam rangka sosialisasi UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Seminar berlangsung Jumat (1/5) lalu di kampus STIM &amp;amp; PPLP Dhyana Pura yang dihadiri 100 peserta yang terdiri atas para dosen/instruktur beserta mahasiswa dan jajaran manajemen STIM &amp;amp; PPLP Dhyana Pura dan lembaga-lembaga di lingkungan GKPB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tampil sebagai narasumber Dewan Pengawas di Bali Tourism Board (BTB) DR. HC. John Ketut Pantja, MBA yang saat ini masih membantu Yayasan Dhyana Pura dan sebagai anggota Majelis Sinode Lengkap GKPB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam sambutan pembukaannya, Ketua STIM/Direktur PPLP Dhyana Pura Drs. Budi Santoso, M.M. mengatakan seminar ini dapat memberi pemahaman dan wawasan baru bagi peserta seminar teristimewa bagi para mahasiswa yang nantinya akan terjun ke industri pariwisata. 'Juga bermanfaat bagi para dosen dapat segera melakukan revisi materi perkuliahan terkait dengan UU kepariwisataan yang baru ini, seperti mata kuliah manajemen atraksi wisata, biografi pariwisata, aspek hukum dalam bisnis dan sebagainya,' ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;John Ketut Pantja membawakan materi seputar perbedaan UU Kepariwisataan terdahulu dan yang sekarang. Juga menyangkut jaminan penyelenggaraan industri pariwisata yang memberi harapan lebih baik di masa mendatang. Dalam UU No.10/2009 tercantum penyelenggaraan promosi pariwisata di daerah yang dikelola melalui satu pintu yaitu Badan Promosi Daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;John yang juga Predir PT Tour East Bali ini memaparkan ketentuan-ketentuan lain yang memberi peran dan tempat lebih luas kepada terciptanya Sustainable Tourism Development yang dilandasi oleh Community Based Tourism, dan jaminan lebih terbuka dalam hal berinvestasi di bidang industri pariwisata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Para beserta begitu antusias mengikuti jalannya seminar. Dalam seminar muncul pertanyaan yang perlu dipikirkan lebih mendalam yakni tentang bagaimana implementasi pemberian kewenangan Badan Promosi Daerah dalam mengakomodasi keinginan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah memberikan kewenangan secara tegas dan jelas bagi organisasi-organisasi industri pariwisata untuk disertakan secara aktif dalam kepengurusan Badan Promosi Daerah di bawah naungan Bali Tourism Board.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7303549828077726672-3169878341316491045?l=seni-bali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seni-bali.blogspot.com/feeds/3169878341316491045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7303549828077726672&amp;postID=3169878341316491045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/3169878341316491045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/3169878341316491045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seni-bali.blogspot.com/2009/05/gelar-sosialisasi-uu-kepariwisataan.html' title='Gelar Sosialisasi UU Kepariwisataan Denpasar'/><author><name>yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07211567944865409654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7303549828077726672.post-2914338878682528015</id><published>2008-06-04T00:28:00.000-07:00</published><updated>2008-06-06T02:59:11.308-07:00</updated><title type='text'>Wayang Kulit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://i283.photobucket.com/albums/kk286/y064/wayang01-1.jpg" alt="Photobucket" valign="top" align="left" border="0" /&gt;Pergelaran wayang kulit di Bali sebelum ini identik dengan pertunjukan untuk melengkapi  upacara keagamaan dan adat. Sebagai tontonan, seni hiburan itu kurang menarik minat masyarakat setempat, terutama kaum muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, anggapan tersebut tidak lagi sepenuhnya benar, setelah I Wayan Nardayana melakukan terobosan, memadukan unsur tradisi dan kreasi untuk memperkaya pementasan wayang kulit Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayang Cenk Blonk, yang disuguhkan oleh dalang yang mahasiswa Jurusan Pedalangan STSI Denpasar itu, pada suatu malam di daerah pedesaan di Kecamatan Marga, Tabanan, 21 kilometer barat laut Denpasar, tampaknya cukup memukau masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap pementasan wayang Cenk Blonk dipadati penonton, termasuk di Lapangan Puputan Badung, jantung Kota Denpasar, dan di perkampungan seniman Ubud untuk melengkapi rangkaian upacara keagamaan yang digelar oleh para warga setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, para penonton bisa ketagihan menyaksikan lelucon, penampilan si dalang dan gayanya yang khas dalam memainkan wayang, yang berpadu harmonis dengan permainan instrumen gamelan yang mengiringinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayang Cenk Blonk, jelas Nardayana, merupakan wayang Ramayana atau wayang Betel, bukan wayang Tantri atau wayang Babad. Cenk Blonk merupakan gabungan kependekan nama dua punakawan –Nang Klenceng dan Nang Keblong yang berwajah, suara dan perilaku lucu. Selain Klenceng dan Keblong, dalam wayang Bali ada punakawan-punakawan lain, yaitu Merdah, Tualen, Sangut dan Delem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nardayana, nama tersebut didapatnya dari para penonton di sebuah desa di Gianyar, waktu ia sedang mengadakan pementasan di sana. Ketika seorang penonton menanyakan apa nama wayang yang sedang dipertunjukkan itu, seorang temannya menjawab, “Wayang Cenk Blonk.” Sebelum Cenk Blonk, nama wayang yang kehadirannya dirintis sejak 1995 tersebut adalah Gita Loka (Nyanyian Alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7303549828077726672-2914338878682528015?l=seni-bali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seni-bali.blogspot.com/feeds/2914338878682528015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7303549828077726672&amp;postID=2914338878682528015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/2914338878682528015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/2914338878682528015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seni-bali.blogspot.com/2008/06/wayang-kulit.html' title='Wayang Kulit'/><author><name>yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07211567944865409654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7303549828077726672.post-3631862837695690350</id><published>2008-06-03T18:12:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T21:11:28.240-07:00</updated><title type='text'>Kecak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://i283.photobucket.com/albums/kk286/y064/kecak_internet-1.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;Tari kecak di Bali terus mengalami perubahan dan perkembangan sejak tahun 1970-an. Perkembangan yang bisa dilihat adalah dari segi cerita dan pementasan. Dari segi cerita untuk pementasan tidak hanya berpatokan pada satu bagian dari Ramayana tapi juga bagian bagian cerita yang lain dari Ramayana.&lt;br /&gt;Kemudian dari segi pementasan juga mulai mengalami perkembangan tidak hanya ditemui di satu tempat seperti Desa Bona, Gianyar namun juga desa desa yang lain di Bali mulai mengembangkan tari kecak sehingga di seluruh Bali terdapat puluhan group kecak dimana anggotanya biasanya para anggota banjar. Kegiatan kegiatan seperti festival tari Kecak juga sering dilaksanakan di Bali baik oleh pemerintah atau pun oleh sekolah seni yang ada di Bali. Serta dari jumlah penari terbanyak yang pernah dipentaskan dalam tari kecak tercatat pada tahun 1979 dimana melibatkan 500 orang penari. Pada saat itu dipentaskan kecak dengan mengambil cerita dari Mahabarata. Namun rekor ini dipecahkan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan yang menyelenggarakan kecak kolosal dengan 5000 penari pada tanggal 29 September 2006, di Tanah Lot, Tabanan, Bali.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7303549828077726672-3631862837695690350?l=seni-bali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seni-bali.blogspot.com/feeds/3631862837695690350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7303549828077726672&amp;postID=3631862837695690350' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/3631862837695690350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/3631862837695690350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seni-bali.blogspot.com/2008/06/kecak.html' title='Kecak'/><author><name>yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07211567944865409654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7303549828077726672.post-4825324196140451641</id><published>2008-05-27T03:02:00.001-07:00</published><updated>2008-06-03T18:01:51.504-07:00</updated><title type='text'>Legong</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://i283.photobucket.com/albums/kk286/y064/1legong1.gif" alt="Photobucket" valign="top" align="left" border="0" /&gt;Legong Keraton adalah sebuah tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat komplek dan diikat oleh struktur tabuh pengiring yang konon mendapat pengaruh dari Tari Gambuh. Kata Legong Keraton terdiri dari dua kata yaitu legong dan kraton. Kata legong diduga berasal dari kata “leg” yang berarti gerak tari yang luwes. Lemah gemulai. Sementara “gong” berarti gambelan. “leg” dan “gong” digabung menjadi legong yang mengandung arti gerakan yang diikat, terutamaaksentuasinya oleh gambelan yang mengiringinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jadi Legong Keraton berarti sebuah tarian istana yang diiiringi oleh gambelan. Sebutan legong kraton merupakan perkembangan berikutnya. Ada praduga bahwa Legong Kraton berasal dari pengembangan Tari Sang Hyang.&lt;br /&gt;Pada mulanya legong berasal dari Tari Sang Hyang yang merupakan tari improvisasi dan kemudian gerak-gerak improvisasi itu ditata, dikomposisikan menurut pola atau struktur dari pegambuhan (gambelan). Gerakaan-gerakan tari yang membangun Tari Kraton ini disesuaikan dengan gambelan sehingga tari ini menjadi tarian yang indah, dinamis dan abstrak. Gambelan yang dipakai mengiringi tari ini dalam seni pertunjukan kemasan baru adalah gambelan gong kebyar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7303549828077726672-4825324196140451641?l=seni-bali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seni-bali.blogspot.com/feeds/4825324196140451641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7303549828077726672&amp;postID=4825324196140451641' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/4825324196140451641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/4825324196140451641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seni-bali.blogspot.com/2008/05/photobucket_27.html' title='Legong'/><author><name>yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07211567944865409654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7303549828077726672.post-9023866429776656834</id><published>2008-05-26T05:57:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T21:24:10.861-07:00</updated><title type='text'>Topeng</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://i283.photobucket.com/albums/kk286/y064/topeng.jpg" alt="Photobucket" valign="top" align="left" border="0" /&gt;modernisasi yang mahahebat, tampaknya memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap keterdesakan sejumlah kesenian tradisional di Bali. Namun, sejumlah kesenian tradisional (baca: kesenian langka-red) masih mampu mempertahankan eksistensinya. Salah satunya tari Telek yang sampai saat ini masih dipentaskan secara teratur oleh sejumlah banjar/desa adat di Bumi Serombotan, Klungkung, seperti Banjar Adat Pancoran Gelgel dan Desa Adat Jumpai. Jenis tari wali ini merupakan tetamian (warisan-red) leluhur yang pantang untuk tidak dipentaskan. Warga setempat meyakini pementasan Telek sebagai sarana untuk "meminang" keselamatan dunia, khususnya di wawengkon (wilayah-red) banjar/desa adat mereka. Jika nekat tidak mementaskan Telek, itu sama artinya dengan mengundang kehadiran merana (hama-penyakit pada tanaman dan ternak), sasab (penyakit pada manusia) serta marabahaya lainnya yang mengacaukan harmonisasi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan itu begitu mengkristal di hati krama Banjar Adat Pancoran, Gelgel dan Desa Adat Jumpai. Mereka melestarikan jenis kesenian ini dari tahun ke tahun, dari generasi ke generasi sehingga tak sampai tergerus arus zaman. Begitu kuatnya mereka menjaga tetamian leluhur ini, sampai-sampai seluruh pakem pada pementasan Telek dipertahankan secara saklek. "Niki nak sampun ilu lan tetamian leluhur deriki. Sampun napetang. Tiang tan uning, ngawit pidan Telek deriki masolah (Kesenian Telek ini sudah ada sejak lama dan merupakan warisan leluhur. Generasi sekarang hanya mewarisi. Saya tidak tahu kapan Telek mulai dipentaskan-red)," ujar tetua Banjar Adat Pancoran Gelgel I Ketut Pageh&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7303549828077726672-9023866429776656834?l=seni-bali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seni-bali.blogspot.com/feeds/9023866429776656834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7303549828077726672&amp;postID=9023866429776656834' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/9023866429776656834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/9023866429776656834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seni-bali.blogspot.com/2008/05/topeng.html' title='Topeng'/><author><name>yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07211567944865409654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7303549828077726672.post-8605821755559142209</id><published>2008-05-18T21:13:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T18:23:49.438-07:00</updated><title type='text'>Keris Bali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://i283.photobucket.com/albums/kk286/y064/nagasasra3largehc3.jpg" alt="Photobucket" align="left" border="0" /&gt;Bagi masyarakat Bali, keris memang dianggap sakral. Benda yang banyak memiliki lekukan di sisi pinggirnya itu dipandang sebagai benda pusaka dan senjata pamungkas di wilayah peperangan. Bahkan, keris melambangkan perlawanan terhadap roh jahat melalui perlindungan dewa-dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara historis, keris Bali adalah bagian dari peninggalan kekuasaan Kerajaan Majapahit. Konon, pengaruh kebudayaan Majapahit sangat kuat sehingga alat peperangan seperti keris diadopsi pula oleh kerajaan-kerajaan di Pulau Dewata. Secara filosofis, keris Bali dipandang sebagai perlambang dari nilai ajaran kehidupan agama Hindu. Bahkan, mereka memiliki hari tertentu untuk bersembahyang saat akan merawat kesucian dari keris pusaka miliknya. Keris juga dipandang sebagai benda yang memiliki estetika di dalam kehidupan masyarakat di sana. Hingga kini keris malah masih dipandang sebagai perlambang kekuatan dan simbol kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, penganut Hindu yang menyimpan keris pusaka Bali menentukan pembersihan berdasarkan perputaran bulan terhadap bumi. Sedangkan penentuan hari ritual pencucian disesuaikan dengan penanggalan kuno Hindu Bali. Perlakuan terhadap keris pun bersifat sakral. Maklum, keris dianggap memiliki kekuatan magis. Mereka percaya keris adalah manifestasi dari roh para leluhur. Biasanya, keris seperti itu disebut Keris Tayuhan, yang pembuatannya mementingkan tuah ketimbang keindahannya, pemilihan bahan besi, dan pembuatan pamornya. Keris semacam itu biasanya wingit, angker, memancarkan perbawa dan kadang menakutkan. Karena itu, sebagian masyarakat Bali rela bersusah payah untuk sekadar memperoleh keris yang bertuah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7303549828077726672-8605821755559142209?l=seni-bali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seni-bali.blogspot.com/feeds/8605821755559142209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7303549828077726672&amp;postID=8605821755559142209' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/8605821755559142209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/8605821755559142209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seni-bali.blogspot.com/2008/05/keris-bali.html' title='Keris Bali'/><author><name>yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07211567944865409654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7303549828077726672.post-3954037251760415242</id><published>2008-05-17T01:35:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T22:17:26.253-07:00</updated><title type='text'>Ukiran</title><content type='html'>&lt;img src="http://i283.photobucket.com/albums/kk286/y064/474539_ukiran1-1.jpg" alt="Photobucket" valign="top" align="left" border="0" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerajinan Tangan Bali menjadi kerajina andalan Bali yang dicari dan sangat digemari karena kerajinan tangan dari bali ini begitu unik dan menjadi ciri khas yang dapat dijadikan oleh-oleh atau souvenir bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bali yang dikenal memiliki tempat-tempat wisata yang berpanorama indah, natural dan eksotik juga memiliki produk kerajinan tangan yang menjadi ciri khas sebagai oleh-oleh dari Bali seperti ukiran, tas, sandal juga berbagai jenis makanan yang salah satu contohnya yaitu kacang yaitu kacang bali, kacang koro dan kacang asin. Ada pula produk SPA dari bahan natural yang sangat bermanfaat bagi kesehatan seperti lulur Bali dan aromatherapy.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7303549828077726672-3954037251760415242?l=seni-bali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seni-bali.blogspot.com/feeds/3954037251760415242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7303549828077726672&amp;postID=3954037251760415242' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/3954037251760415242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/3954037251760415242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seni-bali.blogspot.com/2008/05/ukiran.html' title='Ukiran'/><author><name>yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07211567944865409654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7303549828077726672.post-3380974400004643103</id><published>2008-05-15T23:25:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T18:25:06.558-07:00</updated><title type='text'>Gazebo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://i283.photobucket.com/albums/kk286/y064/gazebo-1.jpg" alt="Photobucket" border="0" align="left" valign"top"/&gt;GAZEBO ialah suatu bentuk bangunan (pondok) kecil yang dibuat dan ditempatkan di tengah halaman atau taman dan dimaksudkan sebagai tempat bersantai anggota keluarga pada saat-saat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan gazebo ada yang dibuat permanen, semipermanen, atau nonpermanen dari berbagai jenis material bahan dasar dan dengan penyelesaian akhir (finishing) yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya gazebo sudah dikenal sejak dahulu kala, khususnya oleh kaum bangsawan bangsa Cina tempo dulu. Dibuat dalam berbagai bentuk yang menarik, biasanya digunakan untuk bersantai para bangsawan zaman dulu saat perjamuan teh atau sebagai tempat bercanda para putri dengan dayang-dayangnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7303549828077726672-3380974400004643103?l=seni-bali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seni-bali.blogspot.com/feeds/3380974400004643103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7303549828077726672&amp;postID=3380974400004643103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/3380974400004643103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7303549828077726672/posts/default/3380974400004643103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seni-bali.blogspot.com/2008/05/suasana-alam-pedesaan.html' title='Gazebo'/><author><name>yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07211567944865409654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
